ARTIKEL TENTANG KESEHATAN

Bahaya minum terlalu banyak 

Info Sehat:

 
 
Minum air putih direkomendasikan oleh para ahli untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari dehidrasi. Meski demikian, konsumsi air yang melebihi batas yang disarankan disebut-sebut dapat membahayakan tubuh Anda.

Pria dewasa membutuhkan setidaknya 2,5-2,6 liter air putih (setara 8 gelas air) setiap hari. Sedangkan, wanita dewasa membutuhkan minimal 2,3 liter (setara 7 gelas air). Namun, semua itu tergantung dengan kebutuhan dan aktivitas Anda.

Kurang minum air memang dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Dehidrasi sendiri dapat dikelompokkan menjadi tiga derajat keparahan, yaitu dehidrasi ringan, sedang, dan berat.

Jika dehidrasi dibiarkan, maka bisa berkembang menjadi dehidrasi tingkat berat dan mengancam nyawa.

“Dehidrasi paling sering disebabkan oleh diare, demam, muntah-muntah, luka bakar, kelainan ginjal, atau penyakit lainnya. Selain itu, dehidrasi juga dapat diakibatkan oleh aktivitas yang berlebihan seperti olahraga ataupun konsumsi minuman beralkohol,” .

Namun di sisi lain, terlalu banyak minum ternyata juga bisa membahayakan kesehatan, yakni munculnya gangguan hiponatremia.

  1. Bahaya hiponatremia

Hiponatremia disebabkan oleh minum air atau minuman olahraga terlalu banyak yang dapat mencairkan kadar garam darah di bawah kisaran normal. Penurunan kadar garam darah secara tiba-tiba ini dapat menyebabkan semua sel di dalam tubuh membengkak.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat timbul akibat hiponatremia:

  • Pembengkakan pada sel otak

Sel otak yang membengkak akibat hiponatremia dapat menyebabkan sakit kepala dan muntah.

  • Pembengkakan sel otot

Kondisi ini cukup berbahaya karena dapat memicu kram pada seluruh tubuh. Jika sudah terkena, maka aktivitas Anda pun akan terhambat.

  • Masalah jantung

Minum air putih dalam jumlah yang sangat berlebihan dapat meningkatkan total volume darah, sehingga memperberat kerja jantung dan pembuluh darah.

  • Nyeri pinggang

Konsumsi air dalam jumlah yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan kerja ginjal dalam menyaring cairan yang masuk ke tubuh. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan keluhan nyeri pinggang.

  • Sakit kepala

Konsumsi air yang berlebihan juga dapat menurunkan kadar natrium (garam) dalam darah sehingga dapat menyebabkan sakit kepala. Selain itu, penurunan kadar natrium juga bisa membuat badan lemas, mual, muntah, sering urinasi (buang air kecil) serta disorientasi mental.

Satu yang membahayakan, ternyata hiponatremia memiliki gejala yang hampir serupa dengan dehidrasi. Tak jarang saat kondisi hiponatremia disalahartikan, maka seseorang malah diberikan cairan. Dari sinilah kasus-kasus fatal berdampak kematian sering terjadi.

“Aktivitas yang intens dari seorang atlet bisa jadi membuat dia bepikir lebih rentan terhadap kondisi kekurangan cairan. Sehingga, ia beranggapan harus minum banyak untuk mempersiapkan cairan yang akan hilang sebelum berolahraga, sekaligus mengganti cairan yang hilang setelah berolahraga”.

Anjuran tersebut, justru berakibat fatal bagi para atlet. Sebuah studi yang dilakukan oleh Boston Marathon, menemukan bahwa risiko hiponatremia 13 persen dengan 0,6 persen angka kejadian hiponatremia kritis terjadi pada peserta lari maraton akibat kebanyakan minum air.

  1. Cegah kebiasaan terlalu banyak minum

Melihat berbagai masalah yang akan muncul di atas, penting bagi Anda untuk menetapkan dosis kebutuhan cairan sehari-hari. Karena setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda, tergantung pada usia, berat badan, dan aktivitas masing-masing.

“Untuk mencegah dehidrasi ataupun kebanyakan minum air, pahami kebutuhan tubuh Anda dan segeralah minum saat merasa haus. Rasa haus merupakan tanda pertama kekurangan cairan, karena itu jangan remehkan dan dengarkan tubuh Anda,” kata dr. Astrid.

Terlalu banyak minum ternyata dapat membahayakan kesehatan Anda karena menyebabkan hiponatremia. Pahami takaran minum air yang pas dan hindari meminum banyak cairan karena takut tereken.

Beberapa tips berikut ini bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan air per hari.

  • Minum air Secukupnya dan Sewajarnya. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Seimbangkan antara kebutuhan air dengan pengeluaran cairan tubuh saat beraktivitas, olahraga ringan, atau olahraga berat seperti lari marathon.
  • Minum Tidak Bersamaan Waktunya.Ketika dianjurkan mengkonsumsi air putih sebanyak 2 – 4 liter perhari, bukan mengkonsumsinya sekaligus pada waktu yang bersamaan. Jumlah tersebut masih termasuk dengan jumlah air pada makanan atau minuman yang banyak mengandung air seperti sup, kuah, air susu, air dalam buah, atau minuman murni.
  • Minum Secara Bertahap.Minumlah air secara bertahap, tidak sekaligus dalam satu waktu bersamaan. Misalnya, 1 (satu) gelas saat pagi bagun tidur, 1 (satu) gelas saat sarapan pagi, 1 (satu) gelas makan saat siang, 1 (satu) gelas saat makan malam, 1 (satu) gelas saat menjelang tidur.
  • Orang Sakit Berbeda.Anjuran mengkonsumsi 2 – 4 liter air perhari hanya berlaku untuk orang sehat. Mereka yang memiliki gangguan kesehatan seperti penderita ginjal tentunya harus membatasi jumlah konsumsi air putih agar tidak terlalu banyak.
  • Jangan Menunggu Haus.Saat melakukan olah raga, tidak harus menunggu sampai haus baru minum. Jadi meskipun belum merasa haus dan lapar, tetaplah makan dan minum. Bila tidak diindahkan akan sangat berbahaya.
  • Minuman Saat Olahraga.Pada saat tidak berolahraga, seseorang pun perlu cukup minum. Sebaiknya pada kondisi ini yang diminum air putih saja. Minuman itu tidak panas dan juga tidak dingin.
  • Jangan Minum Berlebihan Habis Olahraga. Saat habis olahraga, hormon antidiuretik vasopressinakan meningkat. Tubuh akan cenderung menahan air dalam tubuh agar tidak banyak keluar. Ketika kita minum air dalam jumlah banyak, tidak akan banyak urinasi. Bila mengkonsumsi air terlalu banyak akibatnya akan fatal karena terjadi.
  • Obat Herbal. Orang yang meminum obat herbal disarankan banyak minum air. Obat herbal banyak mengandung makromolekulyang bisa mengganggu fungsi filtrasi di ginjal.

Banyak di antara kita yang minum  air putih berlebih karena ingin mengambil kemanfaatan sebanyak-banyaknya. Logikanya bermain, makin banyak air maka air akan menggelontor semua residu dalam ginjal.  Padahal kebutuhan air per orang sangat berbeda tergantung kondisi tertentu seperti aktivitas fisik, cuaca, diet, berat badan, jenis kelamin dan kondisi kesehatan. Makin lanjut usia, kondisi ginjal kita makin beda. Minumlah sesuai kebutuhan dan kondisi kita masing-masing.

Joseph Verbalis dari Georgetown University Medical Centre dan International Marathon Medical Directors Assocition (IMMDA) menyarankan minumlah untuk mengobati rasa dahaga Anda. “Drink to your thirst. It’s the best indicator”. Haus dan dahaga adalah indikator yang tepat bahwa kita perlu minum. Minumlah air saat Anda haus dan dahaga, dan minumlah air secukupnya karena akibat kurang minum juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.